Selasa, 25 Februari 2014
Hidup ini belajar, bukan ... "???" BAB IV
ketemu lagi @sobat_wisata , berhubung blog ini medapat cukup banyak tanggapan positif maka penulis mempercepat proses penulisannya, kali ini gue posting BAB IV khusus buat kalian
sebelum membaca, pastikan sabuk pengaman kalian telah terpasang dan smoga kalian gak gila setelah baca tulisan ini :D
Cekidoooottt
BAB IV
“Kenali luar dan dalam jangan memandang dengan sebelah mata”
Kali ini gue mau ceritain kisah hidup gue yang berhubungan dengan kalimat diatas, kalimat itu baru terlintas di benak saat gue mau mulai menulis.
Tunggu sebentar gue lupa baca basmalah ….
Bismillahirrahmanirrahim ….
Oke lanjut sob, Saat gue baru aja gabung dengan organisasi ROHIS cukup banyak teman gue yang menilai kalau gue Cuma iseng ikutan ROHIS tapi itu semua salah, semua gue lakuin karena gue pengen bener – bener belajar tentang agama yang gue anut.
Banyak yang bilang ke gue, masa muda itu adalah masa buat seneng – seneng, menurut gue itu bener, masa muda itu memang buat seneng – seneng tapi tergantung dari kita pribadi senang- senang disini dengan cara apa ??? dan cara gue adalah belajar tentang agama gue dan belajar untuk menjadi orang yang lebih baik, gue yakin kalau gue gak bakal sempurna tapi setidaknya gue udah berusaha buat jadi orang yang lebih baik.
Tunggu sebentar sob, lampu dirumah gue mati, gue nyalain dulu …
Oke lanjut sob…
Hari itu adalah hari dimana generasi OSIS berganti, dan sekarang adalah generasi gue menjadi penerus di OSIS.
Satu hal yang harus kalian ingat sob, roda generasi akan terus berputar dan berganti dan gak akan ada yang bisa menghentikan roda pergantian generasi ini kecuali hari kiamat nanti.
Saat itu masing – masing exkul mempersiapkan calon yang bakal maju mengikuti seleksi anggota OSIS yang baru dan saat itu ROHIS mengadakan rapat internal besar – besaran, senior dan junior semua berkumpul untuk membahas siapa wakil ROHIS yang bakal maju ke tingkat OSIS dan mereka adalah Alvi, Ahmad, reza dan yang gak pernah gue duga adalah gue termasuk pilihan dari ROHIS untuk maju ke tingkat OSIS sebagai perwakilan ROHIS.
Rasanya itu kayak dikasih kado tapi bukan disaat gue ulangtahun, kita berempat pun maju kehadapan para anggota rapat dan kemudian kita diminta untuk menjawab apakah kami siap melakukan dan menjaga amanah jika tepilih sebagai perwakilan ROHIS di OSIS nanti.
Asli gue bingung bercampur takut, rasanya itu kayak ada pocong yang lagi ngesot di depan mata gue, kenapa ??? bukan karena gue gak punya dana buat bendera partai, buat brosur dan lain – lain tapi karena AMANAH, amanah itu gak gampang sob, apalagi diakherat nanti itu bakal dimintahi pertanggung jawaban.
Rasulullah bersabda :
“ Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul yang memegang amanah (yang diutus) kepada kalian. (QS. ASy Syu’ara/26: 107).
Dari Khudzaifah berkata, Rasulullah ¬¬¬SAW menyampaikan kepadaku dua hadis, yang satu telah saya ketahui dan yang satunya lagi masih saya tunggu. Beliau bersabda kepada kami bahwa amanah itu diletakkan di lubuk hati manusia, lalu mereka mengetahuinya dari Al Qur’an kemudian mereka ketahui dari al hadis (sunnah).
Dan beliau juga menyampaikan kepada kami tentang akan hilangnya amanah. Beliau bersabda: seseorang tidur lantas amanah dicabut dari hatinya hingga tinggal bekasnya seperti bekas titik-titik. Kemudian ia tidur lagi, lalu amanah dicabut hingga tinggal bekasnya seperti bekas yang terdapat di telapak tangan yang digunakan untuk bekerja, bagaikan bara yang di letakkan di kakimu, lantas melepuh tetapi tidak berisi apa-apa. Kemudian mereka melakukan jual beli/transaksi-transaksi tetapi hampir tidak ada orang yang menunaikan amanah maka orang-orang pun berkata : sesungguhnya dikalangan Bani Fulan terdapat orang yang bisa dipercayai dan adapula yang mengatakan kepada seseorang alangkah pandainya, alangkah cerdasnya, alangkah tabahnya padahal pada hatinya tidak ada iman sedikitpun walaupun hanya sebiji sawi. Sungguh akan datang padaku suatu zaman dan aku tidak memperdulikan lagi siapa diantara kamu yang aku baiat, jika ia seorang muslim hendaklah dikembalikan kepada Islam yang sebenarnya dan juga ia seorang nasrani maka dia akan dikembalikan kepadaku oleh orang-orang yang mengusahakannya. Adapun pada hari ini aku tidak membaiat kecuali Fulan bin Fulan.(HR. Imam Bukhari)[1]..
Firman Allah swt:
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya . (QS. An-Nisa’ :58) Satu persatu telah memberi jawaban dan tiba giliran gue, gue pun menjawab SIAP menjaga amanah dan tanggungjawab karena ini adalah salah satu car ague buat belajar menjadi seorang pemimpin.
Dan setelah beberapa jam mengadakan rapat akhirnya terpilihlah 2 diantara kami yang bakal maju sebagai perwakilan ROHIS dan yang terpilih adalah Alvi dan gue.
Saat itu gue bener – bener shock dan rasanya kayak lagi di todongin pistol di kepala gue.
Dan masuk ke pembahasan selanjutnya, disini gue ngerti kalo gue hanya di jadikan pendamping alvi demi memuluskan jalan alvi karena keinginan dari petinggi ROHIS adalah alvi yang layak jadi ketua ROHIS selanjutnya dan jadi perwakilan di OSIS.
Pasti pemikiran kalian adalah gue hanya jadi “pembantu” atau batu loncatan aja tapi pemikiran kalian salah sob, justru gue bangga jadi bagian dari strategi dakwah karena disinilah gue mulai mengenal apa itu dakwah.
Esok harinya gue dan alvi mendaftarkan diri sebagai perwakilan ROHIS yang akan mengikuti proses seleksi anggota OSIS dan hal yang harus gue lakuin adalah membuat citra yang gak disiplin di depan para pembimbing OSIS dan para anggota OSIS saat itu.
Setelah mendaftarkan diri kami pun diberitahu persyaratan selama ajang seleksi ini berlangsung dan esok harinya adalah hari dimana peraturan itu berlaku.
Pagi itu berangkat dari rumah gue pake kemeja panjang, tanda pengenal dan rambut yang masih panjang.
Dan beberapa meter saat gue hampir tiba disekolah gue melihat dari kejauhan sekolah gue saat itu kok rame banget gak kayak biasanya, gue pun berpikir mungkin mereka mau buat sambutan buat gue dan gelar karpet merah buat gue tapi ternyata gue salah, mereka adalah kumpulan anak OSIS yang lagi melakukan razia terhadap para peserta dan pagi itu juga gue udah sarapan dengan menu pelanggaran.
Pelanggaran yang gue lakuin saat itu adalah lengan baju yang gue lipat, gak menggunakan tanda pengenal dan rambut yang panjang.
Semua itu dicatat dibuku saku gue sebagai bukti kalo gue kedapatan melanggar peraturan, gue pun menuju kelas dan lagi – lagi cewek misterius itu selalu datang lebih awal dibanding gue dan melakukan rutinitasnya dan gue pun berpikir mungkin cewek itu kesekolah bukan buat belajar tapi buat gue penasaran aja . hahahaaa …
Bel berbunyi dan proses belajar mengajar berjalan seperti biasa, kemudian saat bel istirahat berbunyi itu artinya tiba saatnya buat gue kembali berulah, saat peserta lain berusaha menjadi yang terbaik yang gue lakuin malah sebaliknya karena memang itu yang harus gue lakuin karena ini adalah bagian dari strategi dakwah.
Saat itu gue mau ke masjid untuk melakukan shalat dhuha tapi tiba – tiba gue dapat ide buat lakuin tugas gue, tanda pengenal yang tadinya gue pasang skrng gue lepas, rambut yang tadinya rapih, gue berantakin, lengan yang tadinya terkancing rapih gue gulung kayak preman dan lebih gilanya lagi gue jalan ke tengah lapangan berharap ada anggota OSIS yang memanggil dan kembali menambah catatan buruk gue sebagai peserta.
Tadinya gue pikir gak ada satupun panitia yang ngeliat ulah gue tapi ternyata gue salah, di ujung lapangan dekat masjid sudah menunggu 2 orang panitia yang udah siap dengan pulpen ditangannya dan akhirnya mereka menambah catatan buruk gue.
Dan sepulang sekolah semua peserta berkumpul di suatu kelas dan gue duduk bareng peserta lainnya yaitu surya, surya adalah teman gue di pencak silat dan saat itu dia adalah perwakilan dari pencak silat.
“oke.. semuanya harap mengumpulkan buku saku di atas meja” pinta seorang panitia
Gue pun ngeluarin buku saku gue dan panitia tersebut melakukan pengecekan semua buku saku peserta.
“baik, kami udah liat buku saku kalian, dan pelanggaran terbanyak hari ini adalah Rezky (ya siapa lagi kalo bukan bukan gue). Dia top scorer hari ini, dalam sehari dia buat 6 pelanggaran” Jelas sang panitia.
Saat itu seketika semua mata tertujuh padaku seolah – olah gue ini adalah seorang Miss universe.
“kalo boleh tau kenapa kamu bisa buat pelanggaran sebanyak ini dalam waktu satu hari ???” Tanya seorang panitia
“saya gak tau ka, mungkin saya khilaf” jawab gue
Sang panitia pun kehabisan kata – kata saat itu.
Hari kedua sebagai peserta
Semuanya masih sama mulai dari gue dateng, gue udah buat pelanggaran yang sama dan cewe misterius itu masih aja setia bengong di samping kelas gue.
Bel pulang sekolah berbunyi dan kami para peserta kembali berkumpul di dalam satu kelas dan lagi – lagi gue buat rekor yaitu catatan buruk terbanyak diantara semua peserta.
Yang berbeda hari ini adalah kami melaju ketahap akhir yaitu di seleksi oleh para pembimbing OSIS. Kemudian satu persatu peserta masuk kedalam ruangan yang didalamnya akan dilakukan diskusi dengan para pembimbing OSIS sebagai penilaian apakah kami layak jadi anggota OSIS atau gak.
Kalo gue sih yakin kalo gue gak bakal lulus sebagai anggota OSIS yang baru karena antara gue dan alvi hanya dipilih salah satu dari kami dan pasti yang dipilih adalah yang terbaik diantara kami saat mengikuti proses seleksi ini.
Tiba saatnya giliran gue, saat gue baru aja naro pantat di atas dikursi alias baru aja duduk, semua pembimbing OSIS yang ada saat itu geleng – geleng kepala dan gue ngerasa salah masuk ruangan dan gue bertanya – Tanya ini ruangan seleksi atau diskotik ??? “Nama kamu Rezky ???” Tanya seorang Pembina bernama pak iwan.
“iya pak saya rezky” jawab gue
“catatan kamu banyak ya, kenapa bisa banyak kayak gini ???” Tanya pak iwan
“mungkin saya khilaf pak” Jawab gue jawaban yang sama yang gue utarakan saat ditanya oleh panitia
Pak iwan hanya tersenyum dan berkata mungkin kamu kalo soal kerapihan minim ya saya gak tau kalo soal visi misi dan teori lainnya dan kemudian pak iwan pun memberi gue beberapa pertanyaan dan yang gue lakuin masih sama yaitu jawab dengan jawaban yang gak mendetail.
Esok harinya adalah hari pengumuman siapa yang lulus sebagai anggota OSIS yang baru perwakilan dari masing – masing exkul dan tentu saja nama gue gak tercantum didaftar peserta yang lulus dan yang lulus adalah alvi.
Beberapa jam kemudian gue pun dapat banyak SMS, maklum sob jaman itu belum ada BBM hanya pertamax, belum ada Whatsapp dan aplikasi lainnya.
Semua SMS memiliki inti yang sama yaitu memberi dukungan dan ucapan terima kasih.
“Makasih ya ky udah mau berkorban buat strategi ini, menciptakan citra buruk tentang diri kamu ke banyak orang”
Saat itu gue hanya bisa tersenyum dan berharap Allah swt ridho dengan apa yang gue lakuin, saat itu rasanya gue udah ngelakuin sesuatu yang sangat berharga setelah masa kelam.
Beberapa bulan kemudian setelah kepengurusan OSIS yang baru berjalan, tujuan utama kami berhasil dan tercapai yaitu exkul ROHIS menjadi wajib buat seluruh siswa dan siswi beragama islam di sekolah gue dan gue senang menjadi bagian dari sejarah ini karena gue udah lakuin sesuatu yang berarti buat orang banyak yaitu mengajak mereka mempelajari yang seharusnya mereka pelajari.
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa,” (QS. Al Hajj : 40)
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)
Pesan gue buat kalian, belum tentu apa yang dilihat oleh mata selalu benar, ibarat uang kalian harus melihat, meraba dan menerawang.
Dan soal menyebarkan kebaikan, gak ada alasan untuk berhenti menyebarkan kebaikan karena syaitan pun gak punya alasan untuk menyebarkan keburukan.
Allah SWT juga berfirman :
"Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (QS. Al Baqarah: 168).
follow : @sobat_wisata
Jazakumullah Khairan Katsiran
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar